BINTANG - Komitmen menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terus ditunjukkan prajurit TNI di garis terdepan. Satgas Pamtas RI–PNG Statis Yonif 753/Arga Vira Tama (AVT) Pos Suminka melaksanakan patroli patok menuju titik MM 6.2A, yang merupakan salah satu penanda batas negara Indonesia dengan Papua Nugini, Kamis (9/4/2026).
Patroli patok tipe A tersebut dipimpin langsung oleh Danpos Suminka, Letda Inf Shofiyan, S.Tr.(Han)., bersama sejumlah personel TNI. Mereka menempuh perjalanan sejauh kurang lebih 7 kilometer dari Kampung Suminka dengan berjalan kaki, melewati medan berat yang penuh tantangan.
Sepanjang perjalanan, tim harus menembus hutan lebat, semak belukar, rawa-rawa, hingga menyeberangi aliran sungai dengan arus yang cukup deras. Kondisi cuaca yang tidak menentu turut menjadi hambatan tersendiri, sehingga menuntut kesiapan fisik dan mental yang prima dari seluruh personel.
“Medan berat dan cuaca ekstrem bukan menjadi penghalang bagi kami. Ini adalah tugas mulia untuk menjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan, ” tegas Letda Inf Shofiyan.
Ia menjelaskan, patroli ini tidak hanya bertujuan memastikan keutuhan patok batas negara, tetapi juga untuk memantau situasi keamanan di wilayah hutan perbatasan dari potensi pelanggaran hukum, seperti aktivitas ilegal oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Selain pengecekan patok, kami juga memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan di sekitar wilayah perbatasan. Kehadiran kami di sini adalah bentuk nyata negara hadir memberikan rasa aman bagi masyarakat, ” tambahnya.
Seluruh rangkaian patroli, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke pos, diselesaikan dalam waktu satu hari penuh. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam mempertegas batas wilayah sekaligus memperkuat stabilitas keamanan di kawasan rawan perbatasan.
Dengan semangat juang tinggi dan loyalitas tanpa batas, patroli patok yang dilakukan Satgas Yonif 753/AVT menjadi simbol dedikasi prajurit dalam menjaga setiap jengkal tanah air, meskipun harus menghadapi medan ekstrem dan keterbatasan akses.
Kehadiran TNI di wilayah perbatasan diharapkan tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, serta mempererat hubungan antara aparat dan warga di daerah terpencil. (PERS)
