BINTANG - Di tengah keheningan perbukitan Tomka, Distrik Oksamol, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, terdengar semangat baru bersemi. Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Statis Yonif 753/AVT melalui Pos Tomka tengah menanamkan benih disiplin dan cinta tanah air melalui latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) kepada anak-anak setempat. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (01/04/2026) ini bukan sekadar gerakan fisik, melainkan sebuah investasi karakter bagi masa depan bangsa di garda terdepan.
Para prajurit TNI dengan sabar membimbing langkah-langkah kecil para penerus bangsa, mulai dari sikap sempurna yang gagah, gerakan hormat yang penuh makna, hingga putaran arah yang presisi. Setiap instruksi disampaikan dengan metode yang disesuaikan, memastikan materi PBB dasar ini mudah dicerna oleh anak-anak. Suasana latihan dipenuhi tawa dan sorak-sorai, membuktikan betapa antusiasme mereka menyambut setiap pelajaran baru.
Lebih dari sekadar kelancaran gerakan, pelatihan ini menjadi wadah untuk menyisipkan nilai-nilai luhur kebangsaan. Pesan-pesan tentang pentingnya cinta tanah air, keutuhan persatuan, dan semangat kebersamaan digaungkan, meresap ke dalam hati para peserta cilik. Ini adalah upaya menyalakan api nasionalisme sejak dini, agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan bangga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Letda Inf Alting, selaku Danpos Tomka, melihat latihan PBB ini sebagai sarana krusial dalam pembentukan mental generasi muda.
"Melalui latihan ini, kami ingin membentuk mental dan karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, serta memiliki rasa bangga sebagai bagian dari NKRI, " kata Letda Inf Alting.
Sambutan hangat dari masyarakat Kampung Tomka menjadi bukti nyata keberhasilan kehadiran TNI. Keberadaan prajurit tak hanya membawa rasa aman, namun juga aktif berperan sebagai pendidik dan pembina generasi penerus di wilayah perbatasan yang strategis ini. Satgas Yonif 753/AVT kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga actively membangun sumber daya manusia berkualitas yang mencintai tanah airnya. (PERS)

Ibrahim